Pengemasan merupakan kegiatan yang mempunyai fungsi untuk melindungi produk. Walaupun identik dengan fungsi tersebut, alasan pengemasan bukan sekadar melindungi produk. 11 alasan dalam melakukan pengemasan mencakup banyak aspek.
Beberapa di antaranya adalah memudahkan proses pendistribusian barang serta media untuk memberi informasi produk kepada konsumen. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha atau pengusaha mempertimbangkan pengemasan secara matang.

Ilustrasi 11 Alasan dalam Melakukan Pengemasan. Sumber: Pexels.com/Ron Lach
Perdagangan di masa sekarang bukan sekadar menjual dan membeli barang. Perdagangan di masa sekarang juga mengutamakan kualitas serta citra produk. Hal itu membuat pengusaha kerap melakukan pertimbangan matang sebelum melakukan pengemasan.
Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Teknik Kendaraan Ringan untuk SMK/MAK Kelas XI karya Saryanto (2018: 67), pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus produk.
Setiap perusahaan yang menjual produk berupa barang, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun bahan jadi akan selalu melakukan pengemasan. Berikut ini adalah 11 alasan dalam melakukan pengemasan.
Pengemasan mempunyai fungsi untuk efisiensi proses penyimpanan. Bentuk kemasan yang kompak (compact) memudahkan proses penyimpanan di gudang sehingga produk tertata rapi dan meminimalkan risiko kerusakan produk akibat kesalahan dalam penyimpanan.
Pengemasan juga mempunyai fungsi untuk efisensi proses distribusi. Produk dengan kemasan yang ringan dan tahan benturan dapat membantu menjaga kualitas produk saat mengalami proses pendistribusian jarak jauh, seperti antarkota, antarprovinsi, atau antarnegara.
Pengemasan penting untuk memfasilitasi komunikasi dari produsen ke konsumen, terutama komunikasi tentang produk. Beberapa contoh adalah komunikasi seputar merek, komposisi, kedaluwarsa, cara penggunaan, atau cara penyimpanan.
Pengemasan memengaruhi kemudahan pengunaan produk. Salah satu contoh adalah kemasan zat cair yang menggunakan corong khusus tentu lebih mudah digunakan daripada kemasan zat cair yang sekadar plastik biasa tanpa corong.
Pengemasan juga dapat menjaga kebersihan produk dari zat kontaminan, seperti bakteri, virus, atau debut. Jadi, kualitas produk pun lebih terjaga.
Selaras dengan kemampuan kemasan dalam menjaga kebersihan produk, jelaas bahwa pengemasan adalah upaya menjaga kualitas produk. Pengemasan umumnya menyesuaikan dengan karakteristik produk, misalnya ketahanan terhadap suhu tertentu.
Pengemasan dapat menunjukkan identitas produk. Beberapa contoh adalah melalui gambar, merek, pesan, atau bentuk kemasan.
Pengemasan dapat melindungi produk dari kerusakan akibat faktor fisik. Beberapa contoh adalah suhu, getaran, guncangan, atau tekanan.
Mengutip dari buku yang sama karya Saryanto (2018: 69), salah satu tujuan kemasan dan pelabelan kemasan menurut Louw dan Kimber adalah barrier protection. Tujuan tersebut mencakup melindungi produk dari hambatan oksigen, uap air, debu, dan sejenisnya.
Pengemasan produk dapat menjadi sarana bagi perusahaan untuk membangun citra. Pembangunan citra dapat melalui pemilihan bentuk, bahan, warna, serta pertimbangan sisi ergonomis kemasan.
Alasan lain dalam melakukan pengemasan adalah menunjukkan kepatuhan terhadap hukum. Salah satu contoh adalah mencantumkan berat bersih produk pada kemasan.
Baca juga: 4 Alasan Melakukan Pengemasan Menjadi Upaya Penting dalam Perdagangan
11 alasan dalam melakukan pengemasan mencakup aneka tujuan yang berimplikasi pada berbagai kegiatan serta berbagai pihak. Contoh yang nyata adalah memudahkan distributor dalam menyalurkan produk serta memudahkan konsumen dalam menggunakan produk. (Annis)