Produk yang ramah lingkungan telah menjadi perhatian khusus masyarakat dunia di masa kini, demikian pula dengan kemasannya. Kemasan yang ramah lingkungan adalah kemasan yang lebih minim dampak negatif.
Setiap kemasan mempunyai potensi untuk menjadi sampah atau limbah. Namun, keberadaan kemasan produk yang ramah lingkungan dapat membantu industri masa kini untuk meminimalkan potensi pencemaran daripada kemasan yang tidak ramah lingkungan.

Ilustrasi Kemasan yang Ramah Lingkungan adalah. Sumber: Pexels.com/George Gregorio
Kemasan merupakan bagian penting dari suatu produk, baik produk pangan maupun sandang. Kemasan menunjukkan upaya perlindungan terhadap kualitas produk serta integritas produsen yang memproduksi produk.
Dikutip dari buku Teknologi Pengemasan Pangan Antimikroba yang Ramah Lingkungan karya Setiarto (2020: 12), ada lima syarat kemasan menurut Syarief, dkk., yaitu penampilan, perlindungan, fungsi, harga, serta biaya penanganan limbah kemasan.
Keperluan untuk memenuhi perlindungan yang baik terhadap produk membuat plastik kerap menjadi pilihan pengemasan. Penggunaan plastik sebagai bahan baku kemasan sebetulnya tidak masalah jika dilakukan secara bijaksana.
Namun, dikutip dari jurnal Sampah Plastik dan Upaya Pengurangan Timbulan Sampah Plastik karya Arwini (2022: 73), sifat plastik yang sulit didegradasikan oleh partikel pengurai menyebabkan plastik menjadi sumber pencemar utama atas tanah dan air.
Kondisi tersebut membuat kemasan produk yang ramah lingkungan menjadi penting. Kemasan yang ramah lingkungan adalah kemasan yang dirancang secara khusus agar dampak negatif terhadap lingkungan lebih minim.
Salah satu wujud kemasan ramah lingkungan, yaitu kemasan yang menggunakan persentase plastik lebih rendah daripada kemasan yang menggunakan 100% bahan plastik. Contoh kemasan ramah lingkungan, antara lain:

Ilustrasi Kemasan yang Ramah Lingkungan adalah. Sumber: Pexels.com/mockupbee
Industri masa kini perlu menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak penggunaan plastik murni atau 100% plastik. Keperluan tersebut kian krusial karena sifat plastik yang sulit terurai dapat mencemari lingkungan.
Industri sebagai pihak yang memproduksi produk dalam skala besar mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk meminimalkan potensi pencemaran. Oleh karena itu, eksistensi kemasan ramah lingkungan kian penting.
Cara untuk memenuhi keperluan tersebut dapat melalui berbagai macam upaya, antara lain:
Baca juga: 15 Contoh Produk Ramah Lingkungan yang Dapat Dicoba untuk Menjaga Bumi
Setiap kemasan tentu mempunyai potensi untuk menjadi sampah, tetapi industri dapat memilih untuk meminimalkan potensi pencemaran dengan kemasan ramah lingkungan. Kemasan yang ramah lingkungan adalah kemasan lebih minim dampak negatif terhadap bumi. (Annis).