Apa arti logistik? Kalimat tanya seperti itu sering kali terbesit dalam benak banyak orang, meskipun sudah pernah mendengar atau familier dengan kata ‘logistik’. Salah satu unsur yang identik dengan ‘logistik’ adalah barang atau pengadaan barang.
Padahal logistik bukan hanya tentang barang atau pengadaan barang. Logistik merupakan rangkaian kegiatan yang mempunyai peran penting dalam Supply Chain Management (SCM). Logistik dalam SCM mempunyai peran sebagai transportasi, pergudangan, atau pengemasan.

Ilustrasi Apa Arti Logistik. Sumber: Unsplash.com/Bernd 📷 Dittrich
Logistik merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang mempunyai kaitan dengan pengadaan barang atau kegiatan memasok (supply). Setiap orang sebetulnya sudah pernah melakukan kegiatan logistik, baik secara sengaja maupun tidak.
Salah satu contoh adalah mengadakan bahan pangan di rumah. Kegiatan tersebut termasuk kegiatan logistik dalam skala mikro. Selain kegiatan dalam skala mikro, logistik juga mencakup kegiatan makro seperti pengiriman bahan baku antarpulau atau antarnegara.
Walaupun telah menjadi kegiatan umum dalam skala mikro serta makro, tidak semua orang dapat menjelaskan pengertian logistik. Kondisi tersebut membuat pertanyaan tentang apa arti logistik menjadi sering muncul.
Dikutip dari buku Memajukan Logistik Indonesia yang Berdaya Saing, Mauleny, dkk. (2020: 188), pengertian logistik menurut Christopher adalah proses yang secara strategis mengelola pengadaan, pergerakan, dan penyimpanan material, suku cadang, dan barang jadi beserta aliran informasi yang terkait melalui organisasi dan saluran pemasarannya sehingga keuntungan perusahaan, baik untuk saat ini maupun di waktu yang akan datang dapat dimaksimalkan dengan cara pemenuhan permintaan yang berbiaya efektif.

Ilustrasi Apa Arti Logistik. Sumber: Unsplash.com/Alberto Rodríguez
Pengertian logistik menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mencakup strategi mengelola pengadaan, pergerakan, dan penyimpanan barang. Berdasarkan pengertian itu, jelas bahwa logistik mempunyai fungsi penting dalam Supply Chain Management (SCM).
Logistik membantu proses SCM menjadi lebih efisien, baik dalam operasional, efisiensi biaya, upaya menjaga kualitas produk, serta antisipasi stok saat lonjakan permintaan terjadi. Logistik mempunyai peran tersebut karena keberadaan lima elemen utama yang komprehensif.
Dikutip dari buku Smart Packaging Kemasan Cerdas di Era Digital Makanan, Simarmata, dkk. (2026: 69 – 70), berikut ini adalah lima elemen utama logistik menurut Baisya:
Lima elemen tersebut biasanya menjadi bidang usaha perusahaan logistik. Salah satu di antaranya adalah Ekanusa yang melaksanakan elemen logistik berupa pengemasan. Ekanusa yang berdiri pada tahun 2007 hadir untuk mengatasi masalah pengemasan bahan cair.
Berdasarkan pemaparan di atas jelas bahwa jawaban dari pertanyaan apa arti logistik adalah kegiatan tersebut mencakup strategi mengelola pengadaan, pergerakan, dan penyimpanan barang. Kegiatan logistik dapat berlangsung dalam level mikro atau makro. (Annis)