Bahan plastik kemasan telah menjadi pilihan utama dalam berbagai sektor industri saat ini. Sifat material yang ringan, mudah dibentuk (fleksibel), dan ekonomis menjadi keunggulan tersendiri dibanding kemasan yang lain seperti logam.
Plastik juga memberikan perlindungan dari kelembapan, kontaminasi, dan juga kerusakan fisik selama proses pengiriman. Oleh karena itu, penggunaan plastik untuk kemasan masih menjadi primadona dalam memenuhi pengemasan yang efisien.

Ilustrasi Bahan Plastik Kemasan. Sumber: Pexels.com/Polina Tankilevitch
Plastik menjadi material populer yang sulit ditandingi dengan material lain. Menurut Jazani dikutip dari jurnal ilmiah Analisa Hasil Cacahan Plastik Terhadap Kekuatan Tarik Material Plastik Jenis PP dan PET Pada Mesin Pengolah Plastik karya Irawan, R (2022: 6) plastik merupakan material yang terbentuk dari turunan minyak bumi yang diperoleh dari proses penyulingan.
Bahan dasar dari plastik diperoleh dari pengolahan minyak bumi menjadi senyawa kimia tertentu yang kemudian membentuk berbagai jenis plastik, termasuk kemasan. Oleh karena itu, plastik memiliki karakteristik yang unik dan ketahanan yang baik.
Fungsi umum plastik sebagai bahan kemasan, yaitu sebagai barrier atau pelindung produk dari air, kontaminasi zat berbahaya, cahaya, dan lain sebagainya. Bahan plastik juga membantu memudahkan kegiatan penyimpanan karena sifatnya yang tahan lama.

Ilustrasi Bahan Plastik Kemasan. Sumber: Pexels.com/Thới Nam Cao
Plastik memiliki berbagai jenis dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kegunaannya. Mengutip dari jurnal yang sama karya Irawan, R (2022: 6), berikut adalah jenis dan karakteristik plastik.
Bahan plastik kemasan berjenis PET adalah jenis yang sering digunakan di pasaran karena memiliki keunggulan dibanding yang lain. Karakteristik yang membuatnya unggul yaitu, mudah dibentuk, tahan terhadap bahan kimia, dapat digunakan dalam suhu rendah, halus dan fleksibel, tidak mudah sobek, serta tidak berbau.
Plastik jenis HDPE masih termasuk ke dalam jenis plastik PET, namun memerlukan proses yang berbeda dan panjang agar menghasilkan High Density Polyethylene. Karakteristiknya yaitu, tidak tembus cahaya, keras dan kaku, dan tahan terhadap suhu yang tinggi.
PVC adalah jenis plastik yang digunakan untuk kemasan kaku ataupun fleksibel. Karakteristiknya, yaitu tahan terhadap bahan kimia dan tidak mudah sobek.
LDPE adalah jenis plastik yang sering digunakan dalam mengemas sayur-sayuran atau buah-buahan. Karakteristiknya, yaitu berwarna bening dan tidak tembus pandang.
PP adalah jenis plastik yang tahan lemak atau minyak, tahan terhadap temperatur tinggi, dan memiliki bentuk yang lebih kaku dibanding jenis PET. Karakteristik tersebut menjadi keunggulan bagi produk yang perlu dipanaskan.
PS atau lebih dikenal dengan styrofoam adalah bahan plastik yang hanya boleh digunakan satu kali saja untuk kemasan makanan dan minuman. Karakteristiknya, yaitu keras, transparan, dan berbusa.

Ilustrasi Bahan Plastik Kemasan. Sumber: Pexels.com/Eran Topcu
Kegunaan plastik kemasan sangat luas, mencakup kebutuhan harian atau industri. Berikut adalah beberapa kegunaan bahan plastik untuk kemasan:
Baca juga: Plastik Food Grade, Kemasan Aman untuk Membungkus Bahan Pangan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan plastik kemasan menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam efisiensi distribusi barang. Pemahaman terhadap karakteristik dan kegunaannya dapat membantu pelaku usaha dalam mengoptimalkan penggunaan plastik secara bijak. (Mita – Annis)